Putus Kontrak Kerja, 700 Jiwa Terancam Kelaparan

NET62 Rohul/Riau| Menindak lanjuti hasil kesepakatan di PT Sumatera Karya Agro ( SKA) untuk bermediasi dikantor Bupati di Lantai 3, Puluhan Istri dan anak buruh turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap suami yang bekerja di bidang bongkar muat sawit PT SKA.

Kehadiran istri dan anak dari pekerja bongkar muat itu diketahui sebagai bentuk dukungan kepada suami agar tetap sabar menanti hasil mediasi yang di fasilitasi Pemkab Rohul, selasa 27/01/2026.

Diketahui permasalah itu muncul pasca PT SKA yang sebelumnya telah bermitra selama dua tahun memutus Kontra Kerja Bersama (KKB) dengan buruh Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan (SPPP).

Mediasi yang dipimpin langsung oleh plt Asisten 2 Yusmar M.si dihadiri Kaban Kesbangpol, Suharman, Asisten Disnaker, Polres Rokan Hulu, Pihak PT SKA, dan kedua serikat buruh SPPP dan SPTI. berjalan dengan tertib dan saling menyampaikan pendapat.

Meski terjadi perdebatan yang begitu alot, pihak perusahaan PT SKA selaku pemberi KKB tetap berpedoman pada aturan managemen untuk bongkar muat dilakukan oleh serikat SPTI selama 2 tahun kedepan. Meskipun sebelumnya KKB tersebut di pegang oleh serikat SPPP yang kemudian ditengah perjalanan terjadi pembagian 2 KKB.

Namum pada diakhir mediasi, Kabul Situmorang mengatakan pada pimpinan mediasi sudah menelpon Bupati Rokan Hulu terkait persolan ini.

“Persoalan ini sudah saya telpon pak Bupati sekitar jam 9 pagi tadi, sesuai arahan beliau mintalah kegiatan ini untuk tetap di bagi 2″. sebutnya di Forum ruang mediasi.

Kemudian hasil penyampaian kepada pimpinan mediasi itu kembali di sampaikan kepada pihak perusahaan yang kemudian langsung dijawab oleh perwakilan yang mengikuti mediasi itu.

” sesuai arahan bapak Bupati yang bapak Kabul Situmorang sampaikan, pihak perusahaan untuk saat ini belum ada kebijakan apa apa, kita harapkan situasi kondusif untuk saat ini, biarlah ini berjalan semestinya”.sebut perwakilan perusahaan.

Sembari menunggu hasil putusan mediasi dilantai 3, terlihat puluhan ibu rumah tangga yang membawa anak balita menunggu di depan pagar halaman kantor bupati.

usai mediasi, pengurus SPPP dihadapan para istri pekerja menyampaikan hasil mediasi itu bahwa kegiatan bongkar muat belum bisa dilanjutkan karna pihak perusahaan tidak memperpanjang KKB.

” Hari ini kita merasa kecewa karna tidak ada kita dapat jawaban yang memuaskan dari pihak perusahaan atas urgensi apa pemutusan KKB ini, padahal selama ini kami yang bekerja dan posisi KKB itu masih aktif yang seiringnya waktu terjadi pembagian KKB kepada SPTI. Pada masa itu kita juga diminta perusahaan untuk menurunkan ego agar bisa menerima pembagian ship kerja kepada SPTI.” ucap Thomson Sinaga.

“Lalu kenapa pada saat ini pihak perusahaan malah memutus KKB kami, ini kan menjadi pertanyaan besar.” cetusnya

Ada sekitar 700 jiwa yang terdampak pada pemutusan KKB ini, lihatlah istri dan anak mereka sampai ikut hadir menyaksikan ini, bahkan anak mereka yang bersekolah terancam putuslah pendidikannya akibat pemutusan KKB ini”.ungkapnya

Salah satu istri pekerja buruh, Romiani dengan berurai air mata juga turut menyampaikan permohonan kepada Bupati Rokan Hulu ” lihatlah kami pak Bupati, yang bisa kami lakukan saat ini hanya mengadu kepada bapak, bagaimana nasib anak anak kami kedepan, anak kami 5 pak, suami saya hanya buruh pekerja kasar, tolonglah kami.” Pintanya.

Senada dengan ibu Rosmaida yang juga meminta bantu kepada Bupati Rokan Hulu .” pak butuh kali kami pekerjaan ini pak, anak kami 5 sekolah semuanya SMP dan SMA, kalau tak kerja lagi suami kami di PT SKA ini mau makan apalah kami lagi pak, kami sudah tua kasian lah kami pak, hanya sekedar mencari makan dan menyekolahkan anaknya lagi kami, biarlah kerjaan itu tetap dibagi 2″. Harapnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *